Tasawuf

Mengakhlaki FikihMengakhlaki Fikih
Oleh: Wiqoyil Islama

Sudah lumrah. Dalam kehidupan sehari-hari, kita, umat Islam menggunakan hukum fikih sebagai pedoman penyelesaian berbagai masalah. Fikih berisi pengetahuan tentang hak dan kewajiban kita kepada sang Ilahi. Fikih membahas masalah-masalah pribadi, bermasyarakat, hingga tata cara menyembah.

 

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu.  (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya” (Q. S. Al-Baqarah : 45-46)

 

 

Setan tidak akan rela sebelum hati manusia lupa kepada Allah. Ketika hati seorang hamba lupa kepada Allah, barulah setan akan tenang, sebab di neraka kelak, akan ditemani oleh orang orang yang hati-nya seringkali lupa kepada Allah..

 

Kebahagiaan Sejati dari Cinta AllahKebahagiaan Sejati dari Cinta Allah
Oleh: KH. Abdurrahman Yahya

Barang siapa yang di dalam dirinya terdapat tiga perkara, maka dia akan merasakan manisnya iman (kebahagiaan sejati). Pertama, mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi cintanya kepada yang lain. Kedua, mencintai manusia karena cinta kepada Allah semata-mata. Ketiga, membenci kekufuran seperti kebenciannya jika dilempar ke dalam api neraka.” (HR. Bukhori Muslim).

 

 

Tasawuf – Dalam dunia pesantren, sering kali para pengasuh atau kyai memberikan nasehat-hasehat melalui pesan-pesan Beliau dengan kata-kata lembut yang menyentuh hati para santrinya. Begitu pula di Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang. Berikut sedikit cuplikan pesan yang pernah disampaikan oleh Para Masayikh Pondok Gading Malang:

 

Hikmah – Saya teringat pada mata perkuliahan hikmatut tasyri’ beberapa tahun yang lalu, pada salah satu sesi perkuliahan saya sempat bertanya tentang maraknya buku-buku hikmah saat ini. Kurang lebih pertanyaannya…